Senin, 01 Desember 2008

keluh kesah?

yang masih ada pertanyaan seputar Praktikum qita yang menyenangkan....^-^
silahkan kasih komentarnya....
g di pungut biaya sepeserpun...


dan gunakan tangan dan kepala anda....
(maksudnya.........)&^@#*%^$%@*%$

semua tugas akan di kumpulkan ke dosen hari selasa jam 12 siang jadi sblm itu..kakak hrs udah rekap tugas kalian...
tolong dimengerti y.....
kan buat kalian juga...
ntar kalo kakak terlambat ngirim nilai,gmana?
kalian mau...ngulang DDP?
jadi sama2 bantu ya.....

Kamis, 27 November 2008

Tugas TAMBAHAN

buat peserta praktikm kelas j jam 9-11...

berhubung nilai teman2 kurang memuaskan. maka berikut merupakan tugas tambahan bwt kalian....

harap dikerjakan sepenuh hati tanpa mengeluh ataupun merasa kecewa...^-^


soal ada 5....tiap soal berbobot 20pt.




soal no 1. buatlah tampilan seperti yang dibawah ini:

-*----*----*-
--*---*---*--
---*--*--*---
----*-*-*----
-***********-
----*-*-*----
---*--*--*---
--*---*---*--
-*----*----*-
(di atas gb bintang tu...)
bisa kedip2.... n berubah warna disetiap kedip....

soal no 2... sama seperti diatas tp dengan nama kalian.
seperti tugas pertama X...ukuran tiap huruf 4*4..
munculnya 1 per 1 y..........
eX:
Recky
maka yang muncul:
1: R semisal dengan warna merah atau kombinasi tiap bintang
2: E semisal dengan warna kuning atau kombinasi tiap bintang
.
.
.
dst
.
5: Y semisal dengan warna hijau atau kombinasidi tiap bintang

soal no 3. tuliskan kesan anda selama mengikuti praktikum di kelas J

soal no 4. tuliskan pesan anda selama mengikuti praktikum di kelas J

soal no 5. tuliskan kritik dan saran yang membangun !!!!!!!!!!!

bonus:
tulisakan nama asisten anda dengan lengkap beserta NIM...

terimakasih buat teman2 telah mengikuti praktikum di kelas saya..........

banzai................

oy ni ralat tugas di kumpulkan pada aat responsi......okey????
yang g,....bisa kirim koment...

Selasa, 11 November 2008

Alur Kontrol pada Pascal

Hampir tiap program yang komplek mengandung suatu penyeleksian kondisi. Dengan menyeleksi suatu kondisi, program dapat menentukan tindakan apa yang harus di kerjakan, tergantung dari hasil kondisi yang diseleksi tersebut. Untuk menyeleksi suatu kondisi, didalam bahasa pascal dapat di pergunakan statemen if dan statemen Case.
A.Statemen If
Struktur dari statemen If dapat berupa If-Then atau If-Then-Else.
• Struktur If-Then
Bentuk dari struktur If-Then adalah sebagai berikut:

If ungkapan Then statemen

Ungkapan adalah kondisi yang akan diseleksi oleh statemen If. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statemen yang mengikuti Then akan di proses.

Contoh:
Var
NilaiUjian : real;
Ket : string[11];
Begin
Ket := ‘Tidak Lulus’;
Write(‘Nilai Yang di Dapat ? ’);
Readln(NilaiUjian);
(* Seleksi Nilai yang didapat, lulus atau tidak *)
If NilaiUjian > 60 Then Ket := ‘Lulus’;
Writln(‘Ket’);
End.
Output:
Nilai Yang di Dapat ? 70
Lulus

• Struktur If-Then...Else
Struktur if-Then...Else merupakan pengembangan dari struktur if-Then dengan struktur sebagai berikut:

If kondisi Then
Statemen1
Else
Satemen2

Statemen 1 atau dapat berupa blok statemen akan di proses bilaman kondisi yang diseleksi benar (terpenuhi) sedang statemen2 atau dapat berupa blok statemen akan diproses bilamana kondisi yang diseleksi tidak terpenuhi.
Contoh:
Var
NilaiUjian : real;
Begin
Ket := ‘Tidak Lulus’;
Write(‘Nilai Yang di Dapat ? ’);
Readln(NilaiUjian);
(* Seleksi Nilai yang didapat, lulus atau tidak *)
If NilaiUjian > 60 Then
Writln(‘Lulus’);
Else
Writln(‘Tidak Lulus’);
End.


Output:
Nilai Yang di Dapat ? 70
Lulus


MEMBUAT PROGRAM SEDERHANA

Langkah-langkahnya :
Aktifkan turbo pascal, buka file baru dari pulldown menu file new.Kemudian ketik baris program. Selanjutnya simpan file anda (klik pulldown menu file save). Kemudian ketik nama program anda (misalnya : program 1), kemudian klik Oke. Untuk menjalankannya Ctrl + F9.


Uses Crt;
Var
Nama, alamat : String;
Gaji, JumlahAnak : Longint;
Begin
Clrscr;
Writeln (‘_ _ _ _ _ _ _’);
Write (‘Nama :’); Readln (Nama);
Write (‘Alamat :’); Readln (Alamat);
Write (‘JumlahAnak :’); Readln (Jumlah Anak);
Write (‘Penghasilan :’); Readln (Gaji);
Writeln (‘_ _ _ _ _ _ _ ‘);
Clrscr:
Writeln (‘_ _ _ _ _ _ _’);
Writeln (‘Data Karyawan’);
Writeln (‘_ _ _ _ _ _ _’);
Writeln (‘Nama : ‘ , Nama);
Writeln (‘Alamat : ‘ , Alamat);
Writeln (‘JumlahAnak : ‘ , JumlahAnak);
Writeln (‘Penghasilan : ‘ , Gaji);
Writeln (‘_ _ _ _ _ _ _’);
Writeln;
Readln;
End.


selamat mencoba..........^-^

Catetan tanggal 21 Maret 2006 ttg Pascal

Komponen Bahasa Pemrograman Turbo Pascal


a. Aturan Leksikal
1. Token : merupakan elemen terkecil dlm bahasa pemrograman yang memiliki arti penting bagi kompiler.
2. Komentar : merupakan teks yang tidak akan di eksekusi oleh kompiler. Komentar tidak memepengaruhi jalannya program, akan tetapi sangat penting bagi programer.
3. Identifier : merupakan kumpulan karakter yang di gunakan untuk nama program, konstanta, fungsi, label, tipe, unit dan variabel. Dalam turbo pascal, identifier harus diawali oleh karakter selain angka.
4. Reserved Words : merupakan kata baku atau standar dalam bahasa pemrograman yg sudah ada, memiliki arti tertentu dan tdk boleh lagi digunakan dalam identifier.
5. Operator : merupakan hal yang menyatakan hubungan atau relasi pada satu atau beberapa operand. Operator dikelompokkan mjd beberapa jenis, antara lain :
1. operator Aritmatika
meliputi penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian.
operator DIF
menghasilkan hasil bagi ( berupa bilangan bulat ) dari suatu operasi pembagian
2. operator penegasan
digunakan untuk memberi nilai suatu identifier pada pemrograman pascal.berupa gabungan tanda sama dengan dan titik dua.
3. operator logika
meliputi operator AND, OR dan NOT. Arti operator logika tsb adl sama seperti dalam pelajaran logika matematika.


4. operator relasi
meliputi tanda lebih kecil,lebih besar, sama dengan, lebih kecil atau sama dengan, lebih besar atau sama dengan, tidak sama dengan.
b.tipe datar
berfungsi untuk menentukan jenis nilai yang di tampung suatu variabel. Yang sering digunakan dalam pemrograman sederhana merupakan tipe data ordinal.

c. ekspression
Ekpresi adl pernyataan yang menghasilkan suatu nilai.
Terdiri dr operand dan operator

d. Statement
Merupakan blok program yang berisi perintah2 tertentu yg akan di eksekusi. Dibagi mjd beberapa kelompok
1. statement sederhana
statement yg tdk mengandung statement yg lainnya
yg termasuk statement sederhana adl statement pengerjaan, schedul, go to
2. statement tertutup
merupakan statement yg di bentuk dari komposisi beberapa statement. Statement terstuktur dapat berupa statement jamak, penyeleksian, perulangan.


Rekursi

Dalam Pascal, ada satu kelebihan dalam cara pemanggilan subprogram. Pascal mengijinkan pemanggilan suatu subprogram dari dalam subprogram itu sendiri. Tidak semua bahasa pemrograman mengijinkan cara pemanggilan subprogram seperti itu karena akan banyak memakan memori. Untuk lebih jelasnya perhatikan potongan program di bawah ini :

procedure Z;
begin
{ statement }
Z;
end;

Pada baris terakhir prosedur Z di atas, terdapat pemanggilan kembali terhadap prosedur Z, sehingga prosedur di atas tidak akan pernah selesai dijalankan sebab begitu sampai pada baris terakhir dari prosedur, program akan kembali lagi ke awal prosedur. Yang terjadi adalah semacam perulangan tanpa perintah perulangan Pascal, dan perulangan dengan cara ini disebut dengan rekursi. Rekursi berlaku terhadap semua subprogram dalam Pascal, yaitu prosedur dan fungsi. Dengan adanya rekursi ini, banyak algoritma komputer menjadi lebih mudah dibuat programnya. Berikut ini adalah program menghitung suku banyak Legendre, salah satu contoh perhitungan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan rekursi :
program Rekursi;
uses CRT;
var
Jum_Suku, I : integer;
Bil_X : real;
function Legendre(X : real; N : integer) : real;
var
Suku_1, Suku_2 : real;
begin
if N = 0 then
Legendre := 1
else if N = 1 then
Legendre := X
else
begin
Suku_1 := ((2*N - 1) * (X * Legendre(X, N-1))) / N;
Suku_2 := ((N-1) * Legendre(X, N-2)) / N;
Legendre := Suku_1 + Suku_2;
end;
end;
procedure Awal;
begin
Writeln('Latihan Pascal 2 : Prosedur dan Fungsi');
Writeln('--------------------------------------');
Writeln;
Writeln('Nama : ____________________');
Writeln('NIM : __________');
Writeln;
end;
procedure Baca_Data;
begin
Writeln('Menghitung Suku Banyak Legendre');
Writeln;
Write('Sampai suku ke : ');
Readln(Jum_Suku);
Write('Masukkan nilai X : ');
Readln(Bil_X);
Writeln;
end;
begin
ClrScr;
Awal;
Baca_Data;
for I := 0 to Jum_Suku do
begin
Writeln('Suku ke-',I:2,', Nilainya = ',Legendre(Bil_X, I):8:3);
end;
Writeln;
Write('Tekan Enter...');
Readln;
end.
Untuk lebih jelas memahami program, jalankan program dengan F7. Perhatikan pula apa yang dilakukan oleh fungsi Legendre. Amati perubahan variabel-variabel yang terlibat dalam fungsi.

Contoh program yang lain:
Var
I : integer ;
Procedure Rekursi ;
Begin
Writeln ( ‘Hallo saya Pascal ‘ ) ;
I : = I + 1 ;
If I < 10 Then
Rekursi ;
End ;
Begin
I : = 1 ;
Rekursi ;
End.
Contoh faktorial menggunakan rekursi :
Program Faktorial_pascal;
function Faktorial(a:integer):longint;
begin
if (A=1)then
Faktorial:=1
else
Faktorial:=a*faktorial(a-1);
end;
var
x:integer;
begin
writeln(’Faktorial sequence’);
write(’Berapa Faktorial :’);readln(x);
writeln(x,’faktorial ‘,’=’,faktorial(x));
readln;
end.

Senin, 10 November 2008

WHILE-DO & REPEAT-UNTIL

Repetisi while do & repeat until. ni lanjutan dari topik for to do.....
2. WHILE DO
[Photo]
Statemen While-Do digunakan untuk melakukan proses perulangan suatu statement atau blok statemen terus-menerus selma kondisi ungkapan-logika pada While bernilai logika benar.

CONTOH:
Uses Crt;
Var
Celcius, Fah : Real;
Lagi : Char;
Begin
Lagi :=’Y’;
While lagi = ‘Y’ Do
Begin
clrscr;
write(‘Nilai Celcius? ’);
ReadLn(Celcius);
Fah :=1.8 * Celcius + 32;
writeLn;
writeln(‘Fahrenheit = ’,Fah:7:2);
writeLn;
writeLn(‘Menghitung Lagi (Y/T)? ’);
Readln(Lagi);
End;
End.

CONTOH 2:
Var
Nilai,total,RataRata : Real;
N,I: Integer; Lagi: Char;
Begin
Lagi :=’Y’;
While Lagi = ‘Y’ Do
Begin
ClrScr; (*** Masukan Jumlah Dari Data***)
WriteLn(‘Jumlah Data ? ’);
ReadLn(N);
I := 0; Total :=0;
Slide 15 .O {color:black; font-size:149%;} a:link {color:#E2D700 !important;} a:active {color:#009DD9 !important;} a:visited {color:#85DFD0 !important;} While I <>
Begin
I := I + 1;
Write(‘Nilai Data ke ’,I,’? ’);
ReadLn(Nilai);
Total := Total + Nilai;
End; (*end dari while ke dua*)
(* Menghitung Nilai Rata-Rata *)
RataRata := Total/N
(*Menampilkan Hasil*)
Writeln;
Writeln(‘Total Nilai = ’,Total:8:2);
Writeln(‘Jumlah Data = ’,N:3);
Writeln(‘Rata-Rata nilai =’,RataRata:8:2);
Writeln;
Write (‘Akan Menghitung Lagi (Y/T)? ’);
Readline(Lagi);
End;(*end dari while pertama*)
End.


3. REPEAT UNTIL

Repeat .... Until digunakan untuk mengulang(Repeat) statemen-statemen atau blok statemen sampai (Until) kondisi yang diseleksi di Until tidak terpenuhi.
[Photo]

CONTOH :
Var
I,J : integer;
Begin
I :=0;
Repeat
I := I + 1;
J := 0;
Repeat
I := I + 1;
Write(‘*’);
Until J = i;
Writeln;
Until I =4;
End.

REPETISI-FOR

Repetisi, perulangan (looping) merupakan bentuk yang sering di temui dalam suatu program aplikasi. Didalam bahasa pascal, dikenal 3 macam perulangan, yaitu dengan manggunakan statemen For, While-Do, Repeat .... Until.



1. Struktur Perulangan FOR
Perulangan dengan statement For di gunakan untuk mengulang statemen atau satu blok statemen berulang kali sejumlah yang ditentukan. Perulangan dengan statemen for berbentuk perulangan positif, perulangan negatif dan perulangan tersarang. Sintak dari statemen For dalam bentuk diagram adalah sebagai berikut:

1.1 FOR TO DO :

—penghitung (counter) dari kecil ke besar
dibentuk dengan menggunakan statemnt For-To-Do, dengan bentuk umum:
—For (variabel-kontrol) := (nilai-awal) To (nilai-akhir) Do (statemen)

CONTOH:

Var
I : integer;
Begin
Clrscr;
For i = 1 to 5 Do
Begin
writeln(‘Paschal’);
End;
End.

1.2 FOR DOWNTO DO :

penghitung (counter) dari besar ke kecil
dengan menggunakan satemen For-Downto-Do, dengan bentuk umum:
For (variabel kontrol) := (nilai awal) DownTo (nilai-akhir) Do (Statemen).

CONTOH:
Var
I : integer;
Begin
For i = 5 DownTo 0 Do
Begin
writeln(i);
End;
End.

1.3 NESTED LOOP

perulangan yang berada didalam perulangan yang lainnya.
Perulangan yang lebih dalam akan di proses terlebih dahulu sampai habis, kemudian perulangan yang lebih luar baru akan bertambah, mengerjakan perulangan yang lebih dalam lagi mulai dari nilai awalnya dan seterusnya.

CONTOH:

Var
I,J : integer;
Begin
For I := 1 to 5 Do
Begin
For J := 1 to 3 Do
Begin
write (I:8,J:3);
End;
Writeln;
End;
End.

FUNGSI

Pada dasarnya yang membedakan fungsi dan prosedur adalah fungsi memberikan nilai balik sedangkan prosedur tidak. Penggunaan fungsi selalu diawali dengan kata Function. Struktur umum penulisan fungsi adalah sebagai berikut :

Function Nama_Fungsi(param_formal:tipe_param,...):tipe_hasil;
var
{bagian deklarasi fungsi, sifatnya lokal}
begin
statement-1;
statement-2;
…………
Statement-n;
Nama_Fungsi:=hasil;
End;
Program persegi; {judul Program Utama}
uses crt;

Function cetakBintang : string; {Fungsi untuk mencetak bintang}
begin
cetakBintang := '****';
end;

{program utama}
begin
writeln(cetakBintang); {Memanggil fungsi cetakBintang}
writeln(cetakBintang);
writeln(cetakBintang);
writeln(cetakBintang);
End.

PROSEDURE BERPARAMETER

1.1 Pengiriman Parameter Secara Nilai (PASSING BY VALUE)
1.2 Pengiriman Parameter Secara Acuan (PASSING BY REFERENCE)


1.1 Pengiriman Parameter Secara Nilai (PASSING BY VALUE)

Bila parameter dikirimkan secara nilai nilai, parameter formal di prosedur akan berisi nilai yang dikirmkan yang kemudian bersifat local di prosedur. Bila nilai parameter formal di prosedur berubah, tidak akan mempengaruhi nilai parameter nyata ( nilai parameter nyata tetap, tidak berubah). Pengiriman secara nilai ini merupakan pengiriman searah, yaitu dari parameter nyata ke parameter formal, yang tidak dikirimkan balik dari parameter formal ke parameter nyata.Parameter – parameter yang digunakan dengan pengiriman secara nilai ini disebut dengan parameter nilai ( value parameter ).
CONTOH PROGRAM:
Procedure Hitung(A, B : integer ) ;
Var
C : integer ;
Begin
C : = A + B ;
Writeln (‘Nilai C =’, C ) ;
End ;
Var
X, Y : integer ;
Begin
Write ( ‘Nilai X =’ ) ; readln ( X ) ;
Write ( ‘Nilai Y =’ ) ; readln ( Y ) ;
Hitung ( X, Y ) ;
End.

PENJELASAN:
- prosedur dimulai dengan deklarasi prosedur dengan judul prosedur hitung. Variable A dan B adalah parameter formal dan integer adalah tipe parameternya.
- Variable local yang hanya dipergunakan di prosedur dan tidak termasuk parameter formal (parameter nilai), harus didefinisikan sendiri, yaitu : variable C
- Hubungan antara parameter formal di prosedur dengan parameter nyata di modul utama adalah : nilai parameter nyata X dan Y di modul utama dikirimkan ke parameter formal A dan B di prosedur. Dengan demikian nilai parameter A dan B diprosedur akan berisi nilai yang sama dengan parameter X dan Y di modul utama.

1.2 Pengiriman Parameter Secara Acuan (PASSING BY REFERENCE)

Bila pengiriman parameter secara acuan, maka perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai parameter formal di prosedur akan mempengaruhi nilai parameter nyata. Parameter-parameter ini disebut dengan variable parameter serta dideklarasikan di deklarasi prosedur dengan menggunakan kata cadangan Var, sebagai berikut :
PROCEDURE hitung (VAR A, B, C : integer ) ;
CONTOH PROGRAM 2:

Uses crt;
Procedure Hitung ( var A, B, C : integer ) ;
Begin
C := A + B ;
End ;
Var
X, Y, Z : integer ;
Begin
X := 2 ; Y := 3 ;
Hitung ( X, Y, Z ) ;
Writeln (‘ X = ‘, X , ‘ Y = ‘ , Y, ‘ Z = ‘ , Z ) ;
End.

PENJELASAN:
pengiriman parameter secara acuan merupakan pengiriman dua arah, bolak-balik, sehingga perubahan nilai di parameter formal akan mempengaruhi nilai parameter nyata juga. Pada contoh, nilai parameter nyata Z akan mengikuti perubahan nilai dari parameter formal C.

Minggu, 26 Oktober 2008

konstipasi?

Awal timbulnya konstipasi penting diperhatikan sebab dapat memberi petunjuk tentang penyebabnya. Bila kesulitan BAB terjadi sejak lahir maka perlu dipikirkan kemungkinan penyakit bawaan, misalnya penyakit Hirscprung. Penyakit ini berupa berkurangnya serabut saraf pada selaput lendir usus besar, dengan akibat usus besar kurang bergerak. Akibatnya tinja yang terbentuk tidak bisa melalui usus besar menuju anus dengan lancar. Pada waktu lahir sebenarnya telah tampak kotorannya yang berwarna hitam (mekonium) terlambat keluarnya. Pada keadaan normal, biasanya bayi telah mengeluarkan mekonium-nya dalam 24 jam pertama. Bila bayi menderita penyakit ini, selain konstipasi, akan tampak perut membuncit dan lama-kelamaan akan kurang gizi. Bila konstipasi terjadi setelah anak berusia 2-3 tahun, tentu penyebabnya adalah hal lain seperti diet, kejiwaan, dan lain-lain
Konstipasi adalah kondisi di mana feses memiliki konsistensi keras dan sulit dikeluarkan.1 Masalah ini umum ditemui pada anak-anak. Buang air besar mungkin disertai rasa sakit dan menjadi lebih jarang dari biasa. Pada anak normal, konsistensi feses dan frekuensi BAB dapat berbeda-beda. Morbus Hirschsprung (MH) adalah penyakit yang ditandai konstipasi sejak bulan-bulan pertama kehidupan bayi.Bayi yang disusui ASI mungkin mengalami BAB setiap selesai disusui atau hanya sekali dalam 7-10 hari. Bayi yang disusui formula dan anak yang lebih besar mungkin mengalami BAB dengan konsistensi yang keras, 2-4 hari sekali, dikategorikan sebagai konstipasi. Pada usia 1 bulan pertama, bayi rata-rata defekasi 2-8 kali per hari. Kemudian pada usia 1-3 bulan, defekasi menjadi lebih jarang.
Konstipasi dapat terjadi normal pada anak yang sehat, disebut sebagai konstipasi fungsional. Ini ditemukan sebagai penyebab pada 97% kasus konstipasi. Sedangkan penyebab organik (yang tidak normal) ditemukan pada 1,5 – 3% kasus konstipasi.
1. Penyebab utama konstipasi fungsional pada bayi adalah dehidrasi (kekurangan cairan) dan masalah motilitas (pergerakan) usus. Faktor lain yang juga dapat menyebabkan konstipasi adalah obat-obatan yang mengandung besi, kalsium, dan aluminium.
2. Penyebab utama konstipasi yang abnormal (organik) adalah penyakit Morbus Hirschsprung. Pada bayi 0 – 3 bulan, pencampuran susu formula yang tidak benar dapat mengurangi asupan cairan sehingga menyebabkan konstipasi.
Suatu penelitian menunjukkan bahwa susu formula dengan campuran lemak nabati seperti minyak kelapa sawit (palm olein) dapat menyebabkan tinja lebih keras dan defekasi menjadi lebih jarang. Penelitian lain menunjukkan bayi yang minum susu formula yang mengandung minyak kelapa sawit, lemaknya lebih lambat diserap dibanding susu formula tanpa minyak kelapa sawit.
Dengan demikian frekuensi BAB yang lebih jarang atau konsistensi feses yang sedikit lebih padat dari biasa tidak selalu harus ditangani sebagai konstipasi. Penanganan konstipasi hanya diperlukan jika pola BAB atau konsistensi feses menyebabkan masalah pada anak. Umumnya dengan nutrisi yang baik, perbaikan kebiasaan BAB, dan penggunaan obat yang sesuai jika diperlukan, masalah ini dapat ditangani.
Gejala dan Tanda
Konstipasi dapat menyebabkan gejala berikut:
• Sakit perut, BAB mungkin disertai rasa sakit dan perut membuncit
• Turun atau hilangnya napsu makan
• Rewel
• Mual atau muntah
• Turunnya berat badan
• Noda feses di celana dalam anak yang menandakan banyaknya feses yang tertahan di rektum (bagian usus besar terdekat dengan anus). Jika anak mengalami konstipasi yang cukup berat, ia dapat kehilangan kemampuan merasakan kebutuhan ke toilet untuk BAB sehingga menyebabkan anak BAB di celananya. Hal ini disebut encopresis atau fecal incontinence.
• Mengedan untuk mengeluarkan feses yang keras dapat menyebabkan robekan kecil pada lapisan mukosa anus (anal fissure) dan perdarahan
• Konstipasi meningkatkan risiko infeksi saluran kemih
Konstipasi dapat disebabkan oleh:
• Kecenderungan alami gerakan usus yang lebih lambat, misalnya pada anak dengan riwayat feses yang lebih padat dari normal pada minggu-minggu awal setelah lahir.
• Nutrisi yang buruk, misalnya yang tinggi lemak hewani dan gula (pencuci mulut, makanan-makanan manis), serta rendah serat (sayuran, buah-buahan, whole grains).
• Beberapa obat dapat menyebabkan konstipasi, misalnya antasid, fenobarbital (obat kejang), obat pereda nyeri, dan obat batuk yang mengandung kodein.
• Kebiasaan BAB yang tidak baik, misalnya tidak tersedianya cukup waktu untuk BAB dengan tuntas.
• Perubahan diet pada anak sering pula menimbulkan konstipasi yang bersifat sementara.
• Kekurangan cairan dan infeksi virus juga dapat menyebabkan konstipasi.
• Kurangnya aktivitas fisik.
• Adanya kondisi anus yang menyebabkan nyeri, misalnya robekan pada lapisan mukosa anus (anal fissure). Hal ini seperti lingkaran setan karena mengedan untuk mengeluarkan feses yang keras dapat menyebabkan terjadinya fissure, dan nyeri yang disebabkan fissure menyebabkan anak menahan kebutuhan BAB yang memperparah konstipasi.
• Toilet training yang dipaksakan. Toilet training pada anak yang belum siap secara emosional dapat mengakibatkan anak memberontak dengan menahan keinginan BAB. Jika anak belum siap untuk menjalani toilet training, tunggu beberapa bulan sebelum memulainya kembali.
• Kadang konstipasi dapat terjadi karena penganiayaan seksual (sexual abuse).
• Penyebab paling sering konstipasi kronik adalah yang disebut konstipasi fungsional. Penyebabnya tidak diketahui tetapi mungkin keturunan.
• Gangguan motilitas usus dimana gerakan peristaltik melemah, juga sering menyebabkan konstipasi.
Konstipasi dapat merupakan akibat dari beberapa penyakit seperti tidak adanya saraf normal di sebagian usus (Hirschprung disease), kelainan saraf tulang belakang, kurangnya hormon tiroid, keterbelakangan mental, atau beberapa kelainan metabolik. Namun sebab-sebab ini relatif jarang dan umumnya disertai gejala lain.
Penanganan
Pada bayi di bawah usia satu tahun, kemungkinan masalah organik yang mungkin menyebabkan konstipasi harus diteliti dengan lebih cermat, terutama apabila konstipasi disertai gejala lain seperti:
• Keluarnya feses pertama lebih dari 48 jam setelah lahir, kaliber feses yang kecil, gagal tumbuh, demam, diare yang diserai darah, muntah kehijauan, atau terabanya benjolan di perut
• Perut yang kembung
• Lemahnya otot atau refleks kaki, adanya lesung atau rambut di punggung bagian bawah
• Selalu tampak lelah, tidak tahan cuaca dingin, denyut nadi yang lambat
• Banyak BAK, banyak minum
• Diare, pneumonia berulang
• Anus yang tidak tampak normal baik bentuk maupun posisinya
Umumnya masalah ini dapat ditangani dengan cara sebagai berikut:
A. Kebiasaan BAB yang baik
• Anak yang mengalami konstipasi harus dilatih untuk membangun kebiasaan BAB yang baik.2 Salah satu caranya adalah dengan membiasakan duduk di toilet secara teratur sekitar lima menit setelah sarapan, bahkan jika anak tidak merasa ingin BAB. Anak harus duduk selama lima menit, bahkan jika anak telah menyelesaikan BAB sebelum lima menit tersebut habis.
• Anak juga harus belajar untuk tidak menahan keinginan BAB. Kadang anak mengalami kekhawatiran jika harus menggunakan toilet di sekolah. Jika orang tua mencurigai adanya masalah tersebut, orang tua hendaknya membicarakan masalah tersebut dengan anak maupun pihak sekolah.
B. Makanan tinggi serat
• Serat membuat BAB lebih lunak karena menahan lebih banyak air dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Memperbanyak jumlah serat dalam makanan anak dapat mencegah konstipasi. Beberapa cara untuk memenuhi kebutuhan serat anak adalah:1,2,3
• Berikan minimal 2 sajian buah setiap hari. Buah yang dimakan beserta kulitnya, misalnya plum, aprikot, dan peach, memiliki banyak kandungan serat.
• Berikan minimal 3 sajian sayuran setiap hari.
• Berikan sereal yang tinggi serat sepert bran, wheat, whole grain, dan oatmeal. Hindari sereal seperti corn flakes.
• Berikan roti gandum (wheat) sebagai ganti roti putih.
Banyak minum dapat mencegah konstipasi. Biasakan anak untuk minum setiap kali makan, sekali di antara waktu makan, dan sebelum tidur. Namun perlu diperhatikan bahwa terlalu banyak susu sapi atau produk susu lainnya (keju, yogurt) justru dapat mengakibatkan konstipasi pada sebagian anak. . Pada ibu menyusui yang bayinya mengalami sembelit, dianjurkan mengonsumsi lebih banyak cairan (air putih, jus).
C. Laksatif
• Laksatif mungkin dibutuhkan untuk menangani konstipasi. Jika laksatif tidak bekerja atau harus diberikan berulang kali, anak harus dievaluasi oleh dokter. Beberapa laksatif yang dapat diberikan adalah:1,2
• Jus prune: Jus prune adalah laksatif ringan yang efektif pada sebagian anak. Jus ini mungkin akan terasa lebih enak jika dicampur dengan jus buah lain.
• Psyllium husk (salah satu merknya adalah metamucil). Laksatif ini bekerja dengan melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan.
• Senokot (senna). Laksatif ini bekerja dengan menstimulasi usus untuk mengosongkan isinya. Laksatif ini berbentuk butiran yang dapat dicampur dengan makanan seperti es krim.
• Durolax (bisacodyl). Bentuk laksatif ini adalah tablet dan bekerja dengan cara yang sama seperti senokot.
• Coloxyl (docusate). Laksatif ini berupa tablet atau tetes, bekerja dengan melunakkan feses.
• Agarol (parafin cair dan fenoftalein). Laksatif ini berbentuk cairan, bekerja dengan melunakkan dan melicinkan feses, serta menstimulasi usus untuk mengosongkan isinya.
• Parachoc (parafin cair dengan rasa coklat-vanila). Laksatif ini berbentuk cairan dan bekerja dengan cara yang sama seperti agarol.
• Laksatif lain yang digunakan misalnya lactulose, sorbitol, barley malt extract, magnesium hydroxyde, atau magnesium citrate. Namun bayi di bawah usia satu tahun memiliki risiko lebih besar untuk mengalami keracunan magnesium.
Perlu diingat bahwa penggunaan laksatif jangka panjang dapat berbahaya bagi anak. Karena itu, laksatif hanya boleh digunakan dengan pengawasan dokter dan sesuai dosis yang diberikan.3
D. Supositoria
Jika setelah 2-3 hari penggunaan laksatif konstipasi anak tidak membaik, supositoria seperti glycerin atau durolax suppositories dapat digunakan.1,2 Supositoria harus dilapisi dengan pelicin yang larut dalam air seperti KY jelly sebelum dimasukkan ke rektum (bagian usus besar terdekat dengan anus). Jangan gunakan vaselin karena vaselin tidak larut dalam air. BAB biasanya akan terjadi 30 menit setelah pemberian supositoria.
E. Enema
Enema tidak boleh diberikan pada anak kecuali jika dokter memerintahkannya.
F. Irigasi usus
Hal ini hanya diperlukan pada sebagian kecil anak yang mengalami konstipasi yang sangat berat.2 Hal ini dilakukan di RS dengan memberikan cairan bernama Golytely baik dengan cara diminum atau melalui selang lambung.
Penelitian menunjukkan penggunaan zat-zat seperti: Laksans (pencahar) seperti sirup jangung (corn syrup), laktulosa, KY jelly, juice pear / apel (sorbitol), PEG 3550 non elektrolit, sebagai pencahar untuk melancarkan BAB, cukup aman dan efektif.

Usia Defekasi normal
Per minggu Per hari
0-3 bulan ASI 5 – 40 2,9
Susu formula 5 – 28 2,0
6 – 12 bulan 5 – 28 1,8







Sumber
• Clinical Practice Guideline. Constipation Guideline. Available from http://www.rch.org.au/clinicalguide/cpg.cfm?doc_id=5180
• Kids Health Info for Parents. Constipation. Available from http://www.rch.org.au/kidsinfo/factsheets.cfm?doc_id=3718
• Children and Constipation: Ways to Cope and When to Worry. Available from http://www.mayoclinic.com/health/constipation/HQ00416
• Baker SS, et al. Constipation in Infants and Children: Evaluation and Treatment. Available from J Pediatr Gastroenterol Nutr.Volume 29(5).November 1999.612-626
• Biggs WS, Dery WH. Evaluation and Treatment of Constipation in Infants and Children. Available from http://www.aafp.org/afp/20060201/469.html
• Itqiyah , Nurul.Tata Laksana Konstipasi. Available from http://www.keluargasehat.wordpress.com /2008/03/29/tata-laksana-konstipasi.html